Seringkali kita bicara masalah fesyen, tapi sebenarnya tidak mengerti istilah yang kerap muncul. Nah agar tidak membingungkan, di bawah ini terdapat beberapa istilah mode yang seringkali kita dengar.

Busana 2Di antara busana, haute couture itu puncak kreasi. Orang Prancis melafalkannya of kutur. Artinya jahitan kelas tinggi (high fashion), kata Tomy Blai. Yus badudu bilang ‘adi busana’. Orang Jawa bilangnya busana inggit karena hasil akhir memang unggul.

Jelas saja unggul, fantasi mustahil bisa menjadi nyata dalam karya adi busana. Sepotong gaun dapat tercipta tanpa sambungan sama sekali dibagian sisi, seperti umumnya cara orang membuat pakaian hal ini dimungkinkan karena teknik tinggi.

Bahan dililit langsung hingga mengikuti lekuk badan pakaian. Itu baru satu contoh kehebatannya di luar imjinasi. Dibuat hanya satu. Dan satu-satunya. Hanya untuk pemesan. Dibuat bisa untuk istri presiden, bisa juga yang lainnya. Karena begitu eksklusif bisa jadi petaka kalau ada yang meniru.

Kabarnya setiap gaun adibusana selesai dibuat rumah mode akan memusnahkan polanya. Sebanyak 80% persen pekerjaan dilakukan dengan tangan, bakan sekadar memasang payet atau manik-manik saja.

Menyambung setiap bagian baju sampai membuat lubang kancing menggunakan ketrampilan jari. Teknik menakjubkan ditonjolkan. Biasa dipakai atau tidak itu urusan nanti.

Kata sejarah:

Pionernya Charles Frederick Worth, pria kelahiran Inggris. Tahun 1857 dia buka rumah mode dijalan Paix No 7 di Paris, Prancis. Dia dianggap sukses karena bisa mendikte pelanggan untuk berpakaian sesuai keinginan perancang, bukan diatur pemesan.

Dia membawa tradisi busana kelas tinggi buatan kalangan istana. Orangpun menyebut profesinya couturier (baca kuturiye) perancang adi busana. Charles juga perancang pertama yang menempel merek baju busana ciptaannya.

Banyak perancang kemudian salah sangka. Baju adibusana dikira sebatas gaun malam. Karl Legerfeld untuk Chanel umpamanya membuat setelan jas siang hari yang tersohor itu dengan teknik adibusana.

Banyak perancang menciptakan adi busana dalam bentuk gaun malam karena pada gaun jenis ini, gagasan tidak terjegal batas. Tetapi risikonya muncul salah kaprah, gaun malam biasa yang dibuat dengan teknik busana siap pakai, ikut dipanggil adi busana. Padahal tidak semua gaun malam gemerlap itu adi busana.

Di Indonesia beberapa perancang senang menamai karyanya dengan sebutan couture. Mengaku rancangan itu kelas adi busana. Padahal bentuk di luar standar ide juga mencontek, bahan bukan orisinal tapi dibeli di toko bahan India di daerah Pasar Baru, Jakarta. Malah ada yang mengklaim ciptaannya adi busana karena busana memiliki bahan boneka manekin saat merancang.

Ternyata dia mendraperi, teknik menjuntai bahan biasa. Karya seperti itu masuk dalam adi busana. Hanya saja jenis kutur-kuturan, bukan adi busana sesungguhnya. Perancang tadi lebih pantas disebut perancang busana saja itu jauh lebih baik dari pada dipanggil perancang adi busana gadungan.

Kata ensiklopedia:

Adi busana itu juga pesanan perorangan berkualitas tinggi, bahan mahal, dijahit dengan perhatian luar biasa pada detail dan penyelesaian akhir. Kadang membuatnya menyita puluhan jam. Dikerjakan dengan tangan. Jelas harga jadi mahal. Tapi tampilan dan presisi dengan tetap prioritas pertama.

Adi busana itu harus menyenangkan, gila-gilaan nyaris tidak berdaya pakai.

Pada tahun 2007 di Paris tinggal tujuh nama perancang adi busana dari belasan di tahun-tahun sebelumnya.

Mereka Chanel, Cristian Dior, Cristian Lacroix, Givenchy, Jean Paul Goultier, dan Valentino. Tanpa Yves Saint Laurent, legenda adi busana yang telah mengundurkan diri.

Tidak mudah menjadi perancang adi busana. Harus diakui dan disetujui sindikat perancang adi busana Prancis. Pelanggannya tidak lebih dari 100 busana kaya di dunia. Hal ini diciptakan demi gengsi dan citra Paris sebagai pusat mode.

Pemerintah mendukung dan dana itu dialirkan karena sepotong gaun adi busana mencapai seratus juta rupiah. Nah itulah yang disebut dengan adibusana, terjaga keekslusivitasannya. [*/L1]
Sumber : Inilah.com

Tahukah Anda bahwa Anda bisa juga membaca isi situs Jejak.Info melalui RSS feed? Terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga isi situs ini bermanfaat.