
Kacang komak (Lablaaan, dengan kandungan gizi tidak jauh berbeda dan (yang penting) harga lebih murah. Menurut peneliti IPB seperti yang diberitakan Antara, penampilan kacang komak tidak berbeda jauh dengan kedelai. Bahkan dibandingkan kedelai lokal, tekstur kacang komak lebih lembut.
Dari segi kandungan gizi, ternyata protein pada kedelai masih lebih tinggi. Namun kacang komak justru memilik kelebihan karena terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. Selain itu, produktivitas kacang komak berkisar 6-10 ton per hektar, jauh lebih tinggi dibandingkan kedelai yang rata-rata hanya 1,3 ton per hektar.
Namun seperti perlu dikaji lebih lanjut apakah dengan kacang komak ini bisa menjadi elemen substitusi atau hanya elemen komplementer dalam proses pembuatan tempe dan tahu. Namun peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan sudah mencoba membuat tahu dan tempe dari kacang ini. Dari hasil coba-coba tersebut, sebagai bahan pembuatan tahu, bisa digunakan komposisi 20 persen komak dan 80 persen kedelai supaya tahu tidak mudah hancur. Sedangkan untuk tempe, bisa digunakan 100 persen kacang komak. Selain itu, aplikasi kacang komak untuk pangan bisa juga digunakan untuk pembuatan kecap, tepung komposit, konsentrat atau isolat protein, serta bahan pangan fungsional.
Meskipun belum teruji benar apakah kacang komak bisa dijadikan sebagai pengganti kedelai, namun coba kita lihat dari sisi harga. Harga kacang komak saat ini Rp3.000 per kg, sementara harga kedelai telah mencapai Rp8.200 per kg. Sebuah harga yang patut dijadikan pertimbangan oleh masyarakat untuk beralih ke jenis kacang ini daripada kacang kedelai.
Sumber:http://www.antara.co.id/