JAKARTA. Jejak.Info – Penyidik Mabes Polri kembali akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap ke empat tersangka kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra. Keempatnya yakni Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Brigjen Pol Prasetijo Utomo, dan Tommy Sumardi.

“Para tersangka diperiksa sebagai saksi tersangka yang lain,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, Jumat (28/8/2020).

Ia menjelaskan, keempat tersangka akan diperiksa terkait kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra. Penyidik juga diketahui telah menggelar rekonstruksi kasus tersebut.

“(Pemeriksaan) pukul 10.00 WIB,” kata Awi.

Seperti diketahui, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Mabes Polri menggelar rekonstruksi kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Rekonstruksi dilakukan di lobi Gedung TNCC Mabes Polri dan Kantor Divhubinter, Kamis 27 Agustus 2020.

“Terkait perkembangan kasus red notice Djoko Soegiarto Tjandra (JST) pada pagi ini sampai sore pukul 16.00 WIB penyidik melakukan rekontruksi,” ujar Awi.

Awi mengatakan, rekonstruksi melibatkan tiga orang tersangka. Salah satunya eks Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte, serta lima orang saksi.

“Mereka hadir di rekontruksi,” ucap dia.

Penasihat Hukum Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Putri Maya Rumanti mengatakan terdapat ketegangan dalam kegiatan rekonstruksi dan gelar perkara kasus tersebut.

“Sudah digelar dengan lancar meskipun ada sedikit emosi tadi, ya. Agak meluap sedikit, tetapi semua bisa terkendali dengan baik,” lanjut Putri.

Ia menambahkan, rekonstruksi tersebut digelar berdasar dari rekaman CCTV di lantai satu gedung TNCC Bareskrim. Putri juga membantah keterlibatan kliennya dalam kasus Djoko Tjandra.

“Semuanya tidak ada kaitannya dengan Jenderal Napoleon Bonaparte. Itu yang harus saya tegaskan di sini,” tegasnya.

Bareskrim telah menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Penyidik juga menetapkan Tommy Sumardi, Brigjen Pol Prasetijo Utomo, dan Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebagai berstatus tersangka.

Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi diduga berperan sebagai pemberi suap, sedangkan Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon menjadi penerima suap.