Jakarta, Jejak.info,- Kapolri Jendral Idham Azis memecat tiga jendral yang diduga terlibat pelarian buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali. Tiga jendral yang dipecat dari jabatannya yakni Brigjend. Prasetyo Utomo, Irjend. Napoleon Bonaparte dan Brigjend. Nugroho Slamet Wibowo.

Pemecatan Brigjend, Prasetyo Utomo dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri tertuang dalam telegram Kapolri bernomor ST/1980/VII/KEP./2020 tertanggal 15 Juli 2020.  Dalam hal ini, Prasetijo menjalani pemeriksaan di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dan ditahan selama 14 hari di ruang khusus Provos Mabes Polri.

Sementara itu pemecatan Irjend. Napoleon Bonaparte selaku Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri dan Brigjend. Nugroho Slamet Wibowo selaku Sekrertaris NBC Interpol Indonesia tertuang dalam surat telegram (STR) nomor ST/2076/VII/KEP/2020 yang ditandatangani oleh Asistem Sumber Daya Manusia (SDM) Polri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan atas nama Kapolri tertanggal 17 Juli 2020.

Nugroho dalam jabatannya sempat bersurat ke Dirjen Imigrasi pada 5 Mei 2020 lalu untuk memberikan informasi terkait terhapusnya data red notice Joko Tjandra di Interpol. Menurut Argo, terdapat kesalahan dalam penerbitan surat tersebut dan tidak melalui proses pelaporan terhadap pimpinannya. Hal itu kemudian merembet juga pada Napoleon yang merupakan pimpinan dari Nugroho di Divisi Hubungan Internasional Polri.

Keterlibatan aparat kepolisian dalam kasus pelarian Djoko Tjandra ini pun disesalkan Kabareskrim Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia pun mengatakan bahwa pihaknya bakal mengusut tuntas semua kejahatan anggota kepolisian yang ada dalam pusaran Djoko Tjandra ini secara pidana.