BULUKUMBA, Jejak.Info – ‘Dikerja Bukan Dicerita’ mulai dibuktikan oleh Bakal Calon Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf – Andi Edy Manaf (Andi Utta-Edy Manaf).

Pendangkalan muara Sungai Bialo, Kampong Nipa, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Ujung Bulu, yang lama dikeluhkan oleh nelayan sudah  mulai dikeruk.

Minggu, 6 September 2020, pasangan yang yang kenal dengan sebutan Harapan Baru ini, meninjau progres pengerukan.

“Kami tinjau langsung tadi, susah memang jika tidak dikeruk, kasihan para nelayan. Kapal mereka tidak bisa masuk. Kita heran kok selama ini dibiarkan,” kata Andi Utta.

Ia berharap setelah dilakukan proses pengerukan, para nelayan bisa dengan mudah keluar masuk muara tanpa harus menunggu pasang surut air laut.

Sekadar diketahui, sebelumnya, Nelayan Kampong Nipa, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, mengaku kecewa kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba.

Pasalnya, pengerukan muara sungai Bialo di Kelurahan Bentenge, hanya menjadi ‘janji manis’ pemerintah Bulukumba.

Hal tersebut disampaikan oleh kelompok nelayan Kampong Nipa, Akbar.

Menurut Akbar, janji pengerukan tersebut sudah disampaikan ke nelayan sejak tahun 2006 silam, tepatnya pasca banjir bandang melanda Bulukumba kala itu.

“Kita pastinya kecewa karena di janji terus mau di keruk, sudah berapa kali ditinjau, tapi kenyataannya tidak ada. Ini sudah sejak tahun 2006,” kata Akbar.

Akibatnya, nelayan sekitar tak dapat melaut tepat waktu, karena harus menunggu air laut pasang.


“Kalau datang melaut, harus jam satu malampi baru bisa masuk. Itupun harus antre, karena dangkal toh,” tambahnya.