Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bulukumba (APB), melakukan unjuk rasa di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis 3 Desember 2020.

Ada beberapa tuntutan yang mereka teriakkan. Seperti misalnya kasus Rp49 Miliar, yang diduga menyeret nama Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali.

Selain itu, di Kantor Bawaslu Bulukumba, Jl Kusuma Bangsa, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, mahasiswa meminta kasus kongsi-kongsi ASN untuk Kacamatayya diusut tuntas.

Pasalnya, ASN seharusnya tak menunjukkan keberpihakannya dan menguntungkan salah satu pasangan calon.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Alam Nur.

“Kita minta komisioner Bawaslu dan Gakkumdu mengusut tuntas hal ini. Ini tidak bisa dibiarkan, ini merusak birokrasi kita,” teriak Alam Nur.

Bukti pelanggaran ASN ini, kata dia, sangatlah jelas. Screenshoot permintaan sejumlah uang untuk kegiatan sosialisasi Kacamatayya menjadi contoh nyata.

Selain itu, para mahasiswa juga mendesak polisi untuk menangkap pelaku dan otak pemukulan Firdaus, warga yang menjadi korban penganiayaan di Desa Balibo, Kecamatan Kindang.

Bukti video dan terekam jelas untuk beberapa saksi-saksi, sangat mempermudah kepolisian mengusut kasus ini.

“Sehingga tidak ada alasan lagi. Video buktinya ada, saksi dalam penganiayaan itu juga sangat jelas. Jadi kami yakin polisi akan dengan mudah mengusut tuntas kasus ini,” tegas Alam Nur.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba Ipda Muhammad Dasri, mengaku telah memproses kasus ini.

“Iya, kita sudah mulai melakukan penyelidikan,” kata Ipda Dasri. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *